Seruan revolusi jilbab mulai bergaung di Iran

0
221

Masyarakat Iran dibuat heboh dengan munculnya hasil survei mengenai penggunaan jilbab bagi perempuan dewasa.

Kantor kepresidenan Ahad kemarin merilis hasil jajak pendapat tiga tahun lalu yang menyatakan hampir separuh rakyat Negeri Mullah ingin pemerintah mengakhiri aturan kewajiban memakai jilbab bagi perempuan.

Hasil survei menunjukkan 49,8 persen orang Iran, baik perempuan maupun laki-laki, menganggap pemakaian hijab adalah urusan pribadi dan pemerintah tidak memiliki hak di dalamnya.

Pekan lalu, sebanyak 29 orang perempuan memprotes kebijakan penggunaan jilbab dengan cara melepasnya di pusat keramaian kota.

Akhir tahun lalu pemerintah mengumumkan polisi Teheran tidak akan lagi menangkapi perempuan yang tidak mematuhi cara berpakaian Islam, sesuai yang ditetapkan sejak Revolusi 1979.

Pengumuman ini menjadi sinyal melonggarnya hukuman bagi kaum perempuan yang melanggar tata cara berpakaian sesuai aturan Islam di bawah kepemimpinan sosok moderat Presiden Hassan Rouhani.

Namun sejumlah pihak meragukan kebijakan ini karena kelompok garis keras masih menguasai parlemen Iran.

Seorang pengamat, seperti dilansir dari laman New York Times, Selasa (5/2), mengatakan laporan yang disebar ke publik tersebut dilakukan oleh salah satu penasihat terdekat Presiden Rouhani. Ini mungkin merupakan keputusan yang diambil secara politis oleh presiden, seorang ulama Islam, untuk mendukung reformasi sosial dan memberi isyarat kepada pihak berwenang untuk menanggapi tanggapan mereka terhadap jilbab.

“Pemerintah ingin menunjukkan bahwa kekerasan terhadap penggunaan jilbab itu ilegal dan tidak demokratis. Bagaimana pun tindakan keras bukanlah bagian dari Islam,” kata seorang ulama reformis dari kota Qom, Fazel Meybodi. [frh]

 

Sumber : https://www.merdeka.com/dunia/seruan-revolusi-jilbab-mulai-bergaung-di-iran.html

Comments

comments