Tuesday, October 26, 2021
Home Dunia Setahun Trump yang mengubah wajah dunia

Setahun Trump yang mengubah wajah dunia

“Sejak saat ini, semuanya bakal untuk Amerika lebih dulu.”

Donald Trump setahun sudah menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. Salah satu yang paling orang ingat dari pidatonya saat pelantikan 20 Januari setahun lalu adalah kalimat di atas itu.

Kebijakan luar negeri Trump semuanya berakar dari kalimat pidatonya yang berapi-api itu. Dalam 12 bulan belakangan ini Trump sedikit banyak telah mengubah wajah dunia, terutama dari segi pandangan dunia internasional terhadap Amerika.

Jurnalis CNN di Gedung Putih Stephen Collinson menuliskan pendapatnya soal kiprah Trump setelah setahun menjabat presiden. Menurut Collinson, Trump memenuhi visinya yang sering dia ucapkan untuk kepentingan Amerika, termasuk menarik diri dari Kesepakatan Paris soal perubahan iklim, berpaling dari kerja sama perdagangan Trans-Pasifik, ingin mencabut kesepakatan soal nuklir Iran, mengecam para pemimpin NATO yang tidak memberi imbalan buat AS dan mengatakan akan memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem.

Dilansir dari laman CNN, Sabtu (20/1), setiap keputusan Trump di mata internasional tampaknya seperti dilandasi keinginan untuk membuat sekitar 35 persen rakyat Amerika pendukungnya senang dan agar dia terlihat lebih nasionalis ketimbang pertimbangan jangka panjang atas kebijakan luar negerinya itu.

Perkataan Trump yang cenderung bernada kemarahan, termasuk di Twitter, terutama soal isu nuklir membuat banyak kalangan mempertanyakan soal bagaimana seharusnya seorang presiden dari Negeri Adidaya berbicara dan menjalin komunikasi dengan para pemimpin dunia.

Belum lagi retorikanya soal larangan bagi warga muslim, imigran, dan keputusannya untuk menantang Kementerian Luar Negeri serta perkataannya yang menyerang pers dan melecehkan hak asasi manusia membuat dunia meragukan keberpihakannya terhadap nilai-nilai Barat dan prinsip dasar dari apa yang selama ini telah dibangun bangsa Amerika.

Laporan survei teranyar dari Gallup yang dirilis Kamis lalu memperlihatkan tingkat kepuasan rakyat AS terhadap kepemimpinan pria 71 tahun itu merosot hingga hanya 30 persen. Di masa Presiden Barack Obama, tingkat kepuasan warga di tahun terakhir dia menjabat berada di angka 48 persen.

Kepuasan warga terhadap Trump itu merupakan angka terendah dari semua presiden AS sebelumnya di era modern ketika satu tahun setelah menjabat.

Twitter Donald Trump 2018 Merdeka.com

Di belahan Eropa ada kekhawatiran soal keamanan menyangkut kesepakatan nuklir Iran dan perubahan iklim. Dua isu ini juga merusak pandangan warga Eropa terhadap Trump.

Di Asia, posisi AS kerap dipandang masih belum jelas sementara China kian kuat dan agresif dari sebelumnya. Masalahnya, kerap kali cukup sulit untuk menentukan apa sebenarnya kebijakan luar negeri AS dalam berbagai isu.

Di Timur Tengah pemerintahan Trump menunjukkan sikap ingin berkeras tetap bercokol di Suriah seiring memperkuat hubungan dengan Arab Saudi dan semakin menunjukkan perlawanan terhadap Iran. Keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dipandang bisa membunuh proses perdamaian antara Palestina-Israel.

Sebagian warga dunia kini punya pertanyaan sama terhadap kepemimpinan Trump selama setahun, apakah dia akan sukses mempertahankan peran AS di dunia dan apa dampak kebijakannya terhadap sistem internasional nanti.

Allan Gyngell, pengamat internasional dari Institut Australia mengatakan kurangnya sosok peran Menteri Luar Negeri tampaknya memperlihatkan tanda bahwa AS tengah mengabaikan diplomasi internasional, misalnya ketika menarik diri dari Kesepakatan Paris dan UNESCO.

“Sudah pasti, pemerintahan AS yang baru akan datang dalam tiga atau tujuh tahun lagi tapi wajah AS secara fundamental sudah berubah lantaran kepemimpinan saat ini,” kata dia.

“Masa-masa internasionalisme liberal Amerika sudah lewat.”

 

 

Sumber : https://www.merdeka.com/properti/

Most Popular

Recent Comments