Siap-Siap, Tarif 18 Ruas Tol Direncanakan Naik Tahun Ini Termasuk Jagorawi

0
12

Jakarta – Tarif Tol Jakarta-Tangerang segmen Simpang Susun (SS) Tomang-Tangerang Barat-Cikupa resmi dilakukan penyesuaian pada Sabtu (2/11) pukul 00.00 lalu. Penyesuaian itu berupa kenaikan antara Rp 500 – Rp 2.000 untuk golongan kendaraan I dan II, serta penurunan tarif antara Rp 500 – Rp 5.000 untuk golongan kendaraan III, IV dan V.

Selain Tol Jakarta-Tangerang, total ada sebanyak 18 ruas tol yang akan dilakukan penyesuaian tarif hingga akhir 2019. Beberapa di antaranya masih bersifat pengajuan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan, sejumlah ruas tol yang dikelola perusahaan secara tarif juga akan ikut melakukan penyesuaian pada akhir tahun nanti. Ruas pertama yang akan mengalami penyesuaian yakni Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi).

“Kita memang berharap dalam waktu dekat Jagorawi. Harusnya kan Agustus,” ujar Corporate & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru di Jakarta, Selasa (5/11).

Ketetapan penyesuaian tarif telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Proses penyesuaian tarif tersebut dilakukan tiap 2 tahun sekali sesuai isi Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang telah disetujui.

Selain Jagorawi, Jasa Marga juga sudah mengajukan beberapa jalan tol yang tarifnya akan disesuaikan. Beberapa di antaranya yakni Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera), Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) dan Tol Surabaya-Gempol (Surgem).

“Kita sudah sampaikan surat permohonannya ke PUPR. Bali harusnya tahun ini. Sama Jasamarga Balikpapan,” sambung dia.

Heru berharap, penyesuaian tarif untuk 18 ruas tol tersebut dapat berimbas pada pengembalian investasi bagi pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). “Kami harap penyesuaian tarif ini tetap harus dijaga bagi BUJT. Bagaimana mengembalikan investasi dan menjaga iklim investasi jalan tol di Indonesia tetap kondusif,” pungkas dia.