Sunday, April 18, 2021
Home DKI Jakarta Siklon Tropis Seroja, Kepala BMKG: Kita Sudah Keluarkan Peringatan, ini Pengaruh Global...

Siklon Tropis Seroja, Kepala BMKG: Kita Sudah Keluarkan Peringatan, ini Pengaruh Global Warming

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. Foto: BMKG.

Harmoni Media – Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu 4 April 2020, dan di beberapa kawasan serta wilayah di Indonesia bahkan sampai Timor Leste, disebut sebagai bencana alam yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, mengatakan pihaknya sudah menyebarluaskan peringatan siklon tropis Seroja ke sejumlah stasiun BMKG dan kepada pemerintah daerah di lokasi terdampak sejak badai itu terdeteksi pada 2 April.

Dwikorita menjelaskan siklon Seroja masih terdeteksi di wilayah perairan NTT, tapi akan makin menjauhi wilayah Indonesia setelah 7 April. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Pasalnya, selain hujan lebat, siklon tropis Seroja disertai dengan angin kencang dan gelombang tinggi, yang meskipun tidak sekuat tsunami, tapi bisa merusak.

Dia menjelaskan ketinggian gelombang bisa mencapai 6 meter di Samudera Hindia dan 4-6 meter di perairan di Nusa Tenggara Timur, di Flores, dan di Laut Sawu di Perairan Selatan, Pulau Sumba.

Lanjutnya, tercatat ada sepuluh siklon tropis di Indonesia sejak 2008, tapi tidak terjadi setiap tahun. Namun, katanya, sejak 2017 badai siklon tropis ini selalu ada setiap tahun, bahkan bisa terjadi dua kali dalam satu tahun.

Menurutnya, siklon tropis Seroja ini pertama kalinya terjadi sangat dahsyat dan tidak lazim karena gelombang tingginya masuk ke daratan. Ia memperkirakan hal ini akibat dari pemanasan global atau global warming.

“Semakin panasnya suhu muka air laut yang tentunya laut itu tempat mengabsorbsi CO2 dan itu adalah dampak dari gas rumah kaca, bisa dirunut ke sana. Ini baru hipotesis ya. Tapi ada korelasi dengan peningkatan suhu muka air laut yang dipengaruhi juga oleh global warming,” paparnya

Oleh karena itu, katanya, pemanasan global harus dimitigasi. Jika tidak, siklon akan menjadi kejadian rutin setiap tahun.

Red

Most Popular

Recent Comments