Tuesday, August 3, 2021
Home Nasional Sistem Demokrasi Indonesia Bermasalah, PKS Jelaskan 4 Penyakit Demokrasi

Sistem Demokrasi Indonesia Bermasalah, PKS Jelaskan 4 Penyakit Demokrasi

Presiden PKS, Sohibul Iman menyebut sistem demokrasi di Indonesia memiliki banyak permasalahan. Sohibul menyebut ada empat penyakit demokrasi Indonesia.

“Di tengah-tengah konsolidasi demokrasi yang belum tuntas ini, ternyata kita justru hari ini mengidap empat penyakit demokrasi Indonesia,” kata Sohibul Iman di Milad ke 20 PKS di Sentul, Bogor, Minggu (13/5).

Penyakit pertama, Indonesia masih mengalami high cost demokrasi atau demokrasi mahal. Menurutnya, demokrasi mahal ini hanya bisa diikuti oleh orang yang memiliki dana besar.

Dampaknya, pemimpin yang dihasilkan tidak mewakili rakyat.

“Dampaknya apa? orangnya punya integritas orang-orangnya punya kapasitas tetapi tidak punya isi tas maka dia tidak bisa ikut dalam kontestasi demokrasi akibat lanjutannya mereka yang terpilih bukan orang yang punya integritas dan juga kapabilitas tapi semata-mata punya isi tas,” jelasnya.

“Karena itu para pemimpin yang terpilih dari demokrasi yang mahal ini adalah para pemimpin kelas-kelas kelas medioker, kelas-kelas yang tidak menjanjikan lah untuk kita semua. Saya kira ini harus kita harus benahi,” sambungnya.

Penyakit kedua, muncul oligarki politik. Artinya, politik yang mulai dikuasai dan diatur oleh para pemilik modal. Pemilik modal disebut menentukan baik atau buruk politik di Indonesia

“Merekalah yang mengatur perpolitikan kita. Oligarki seperti ini yang mengharubirukan politik kita. Politik kita mau baik atau buruk merekalah yang mengatur hari ini,” ucapnya.

Ketiga, interlocking politics. Artinya politik yang saling mengunci antara legislatif dengan eksekutif.

Sohibul mengatakan, politik ini sudah mulai menyerang ke ranah yudikatif sehingga hukum bisa ditawar.

Menurutnya, politik ini sangat berbahaya.

“Legislatif tahu apa kelemahan eksekutif, eksekutif tahu kelemahan legislatif. Bahkan kita sekarang interlocking politik melibatkannya yudikatif di sinilah kemudian hukum kita menjadi hancur karena hukum kemudian ditawar-menawarkan. Hukum tidak ditegakkan sebagaimana seharusnya. Ini sangat berbahaya,” ungkapnya.

Keempat, politik menjadi involutif. Sohibul menjelaskan, politik yang ramai tapi ramai diri sendiri dan tidak memberikan dampak kemajuan untuk negeri.

“Kalau lihat isu politik selalu ramai tapi rame diri sendiri. Tidak memberikan kemajuan pada perekonomian. Dia sibuk dengan dirinya sendir. Maka masa depan kita suram,” jelasnya.

Sumber : Sistem Demokrasi Indonesia Bermasalah, PKS Jelaskan 4 Penyakit Demokrasi
Sistem Demokrasi Indonesia Bermasalah, PKS Jelaskan 4 Penyakit Demokrasi
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments