Wednesday, October 27, 2021
Home DIMENSI Solo adalah Budaya

Solo adalah Budaya

Solo masih mendapatkan tempat bagi pengusaha muda di ASEAN. Hal tersebut terkait dengan kondisi sosial dan ekonomi kota Solo yang dapat mencerminkan potensi serta peluang mengembangkan produk bagi pengusaha ASEAN di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Karim Raslan, seorang kolumis sekaligus  pengamat Asia Tenggara dan CEO KRA Grup dalam diskusi Ceritalah ASEAN yang di gelar bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Solo di Waroeng Kroepoek Solo, Rabu (29/3/2017).

Karim yang telah telah dua puluh lima  tahun mengunjungi ASEAN dan sepuluh tahun sering di Jawa Tengah dan Solo ini mengatakan kondisi di Solo mencerminkan kebhinekaan Indonesia baik dari segi sosial ekonomi serta politik. “Jakarta tidak mencerminkan kebhinekaan di Indonesia karena Jakarta cenderung elit sedangkan kondisi Solo lebih dapat mencerminkan Indonesia. Hal ini sama seperti Davao di Filipina,”ujarnya. Karim menambahkan kondisi politik Indonesia dimana Presiden Indonesia saat ini adalah mantan Walikota Solo membuktikan kondisi di Solo mencerminkan keberagaman yang ada di Indonesia. Karim Raslan dalam Kolom Komunitas ASEAN yang ditulisnya bertujuan untuk membangun pembaca yang membangun kepercayaan untuk segala hal. “Kenal terlebih dahulu setelah kenal kita di ASEAN bisa membuat sesuatu yang lebih besar,”tambahnya.

Karim mengatakan acara tersebut merupakan langkah pertama untuk langka selanjutnya yang lebih besar. “Solo adalah kebudayaan, kebudayaan yang kuat dan kental,”ucapnya.

Ketua HIPMI Solo Muhammad Syamsul Hadi mengatakan HIPMI Solo memiliki hubungan timbal balik yang sangat baik di masa kini maupun masa mendatang antara pihaknya dengan keberadaan Ceritalah ASEAN. Syamsul Hadi mengatakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah  (UMKM)  yang memiliki produk berkualitas bagun namun belum pernah mengekspor memang harus melewati langkah-langkah tertentu namun apabila dapat menembus pasar ekspor terlebih di ASEAN maka dapat mengembangkan usaha lebih mudah karena pasar ASEAN masih cukup terbuka.

“Acara hari ini kami berusaha mengenalkan pasar di ASEAN bagi teman-teman di HIPMI yang memiliki usaha dan memiliki kesempatan untuk ekspor, inilah pasar kalian di ASEAN,” imbuhnya. Syamsul menambahkan  produk UMKM di solo cukup memiliki peluang ekspor yang terbuka lebar. “Ayo kita manfaatkan penetrasi pasar di ASEAN,”uangkapnya dengan semangat. Ketua HIPMI Solo ini mengatakan sangat berharap produk UMKM di Solo dan dari HIPMIi solo bisa melakukan penetrasi di ASEAN.

Gerald seorang pengusaha muda asal Davao yang ikut dalam acara tersebut mengatakan pasar ASEAN masih belum terlalu dikenal oleh pengusaha luar sehingga potensinya masih cukup terbuka. “Filipina terkenal sebagai konsumen teknologi di ASEAN dengan nilai 30juta dollar namun kondisi ini belum dimanfaatkan secara baik oleh pengusaha Indonesia,”ujarnya. Dia juga mengatakan beberapa pengusaha Solo masih potensial untuk mengembangkan pasar di negara-negara ASEAN.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/55894/solo-adalah-budaya#ixzz4cmabQ8Qc

Most Popular

Recent Comments