Sumbangan Pendapatan Pajak dari Sektor Perikanan Belum Optimal

0
480

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penerimaan pajak dari sub-sektor perikanan masih belum optimal. Menteri Sri memaparkan perkembangan sumbangan pajak dari sektor perikanan tangkap yang menurutnya belum berjalan secara maksimal.

Ia menjelaskan bahwa dari 3.910 wajib pajak perikanan tangkap yang terdaftar, hanya 2.217 wajib pajak yang melaporkan SPT, dan dari jumlah tersebut terdapat 1.726 wajib pajak yang masih kurang bayar. Adapun untuk perkembangan tax amnesty, ada 1.697 atau 43,4 persen dari 3.910 wajib pajak yang mengikuti tax amnesty dengan jumlah tebusan Rp 373,5 miliar, dan deklarasi harta Rp 18.672 triliun.

Adapun wajib pajak pelaku usaha besar perikanan tangkap menunjukkan tren yang lebih baik, meskipun belum optimal. Dari 200 wajib pajak besar, 180 di antaranya melaporkan SPT, namun 121 di antaranya masih kurang bayar. Dari 200 wajib pajak besar tersebut, hanya 147 atau 74 persen wajib pajak yang mengikuti tax amnesty dengan jumlah tebusan Rp 19,8 miliar, dan deklarasi harta Rp 990 miliar.

 

Menteri Sri menyebut, hal ini disebabkan oleh rendahnya kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan hukum dan perpajakan.

“Modus pelaku usaha untuk menghindar dari kewajiban perpajakan antara lain melaporkan jumlah harga kapal dengan under value, melaporkan hasil tangkapan ikan yang tidak sesuai, tidak melaporkan jenis kegiatan usaha dengan benar, dan tidak melaporkan pendapatan dengan benar,” demikian kata Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Rabu(15/3).

Lebih lanjut, Ia berharap dengan adanya langkah kerjasama antara kementerian keuangan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mampu mengawasi setiap bentuk prilaku usaha di sektor perikanan yang berusaha untuk menghindar kewajiban membayar pajak.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/54914/sumbangan-pendapatan-pajak-dari-sektor-perikanan-belum-optimal#ixzz4bMSsY8wC