Tuesday, October 19, 2021
Home Niaga Survei: Harga rumah di Bekasi, Depok & Bogor stagnan di awal 2017

Survei: Harga rumah di Bekasi, Depok & Bogor stagnan di awal 2017

Harga rumah di kawasan Bekasi, Depok dan Bogor sepanjang kuartal I-2017 tercatat masih belum bergerak naik secara signifikan. Data Rumah.com Property Index mengungkapkan, dari ketiga wilayah di pinggir ibukota tersebut, median harga rumah masih berada di bawah Rp 7,5 juta per meter persegi.

Dengan infrastruktur yang terus berkembang, harga perumahan di kawasan Bekasi relatif lebih tinggi dibandingkan dua wilayah lainnya.

“Dengan data-data ini, para pencari hunian dapat memiliki referensi harga saat berusaha menemukan rumah idaman,” ujar Country Manager Rumah.com, Wasudewan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/5).

Analisis dalam Rumah.com Property Index berdasarkan 400.000 listing yang diakses oleh 3,4 juta pengunjung yang membuka 17 juta halaman properti setiap bulan di Rumah.com.

Sepanjang tahun 2016, Bekasi mengalami kenaikan median harga di setiap kuartal rata-rata 2,16 persen. Namun pada kuartal I-2017, pada rentang harga secara keseluruhan Bekasi tidak mengalami kenaikan sehingga stagnan di median harga Rp 7,5 juta per meter persegi.

Kestabilan harga di pinggir timur Jakarta ini boleh jadi disebabkan infrastruktur tol Becakayu (Bekasi-Cawang- Kampung Melayu) yang direncanakan akan beroperasi akhir tahun ini. Selain itu, pembangunan Light Rapid Transit Bekasi-Cawang juga mendorong minat para pencari hunian untuk melirik Bekasi.

“Di awal tahun 2017 ini, harga perumahan di kawasan Bekasi relatif stabil. Namun seiring perkembangan pembangunan tol Becakayu dan LRT, harga hunian di Bekasi mungkin akan terkerek naik, terutama setelah melewati Lebaran. Saat ini sudah terlihat indikasi kenaikan harga untuk rumah di kisaran Rp 350 juta hingga Rp 600 juta.”

“Median harga di rentang tersebut masih sekitar Rp 6,06 juta per meter persegi pada kuartal IV-2016 lalu namun pada kuartal I-2017 kemarin telah mencapai Rp 6,15 juta per meter persegi,” tambahnya

Sementara itu, median harga rumah di kawasan Depok masih berada pada kisaran Rp 6 juta per meter persegi. Pada akhir tahun lalu, terjadi kenaikan median harga sekitar 6,48 persen. Namun pada kuartal pertama tahun ini, median harga rumah di Depok kembali pada level Rp 6,25 juta per meter persegi.

“Pembangunan jalan Tol Depok-Antasari (Desari) serta masuknya pengembang besar ke Depok seperti Agung Podomoro Group yang mengembangkan proyek bernilai triliunan dapat meningkatkan pamor Depok pada saat ini,” tambah Wasudewan.

Secara keseluruhan untuk median harga rumah di Bogor juga mengalami penurunan pada kuartal IV-2016 dan kuartal I-2017. Dari Rp 6,04 juta per meter persegi menjadi Rp 5,89 juta per meter persegi. Sedangkan rumah pada kisaran Rp 800 Juta – Rp 1 miliar di Bogor, tercatat kenaikan di mana pada kuartal I-2017 ini, median harga mencapai Rp 7,36 juta per meter persegi. Angka ini naik 0,54 persen dari Rp. 7,32 juta per meter persegi pada kuartal IV-2016 lalu.

“Pembangunan LRT untuk Bogor memang diharapkan dapat menjadi magnet penting untuk mendorong minat para pencari hunian terhadap daerah ini, khususnya bagi para komuter yang bekerja di Jakarta.”

Namun Bogor juga memiliki kawasan industri seperti Cibinong Center Industrial Estate dan Bogorindo, sehingga kawasan ini juga menarik bagi pekerja di kawasan tersebut. Karena itu, akan adanya Tol Bocimi (Bogor-Ciawi- Sukabumi) akan sangat menarik bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi ke arah Sukabumi. Tol ini bisa menghemat waktu tempuh akibat kemacetan saat ini yang bisa memakan waktu 4-5 jam menjadi sekitar 1 jam saja.

Wasudewan juga menambahkan, para pencari hunian di pinggir Jakarta, seperti Bekasi, Depok dan Bogor kini tak perlu repot harus mendatangi proyek properti satu per satu. “Rumah.com menghadirkan inovasi fasilitas tur 3 Dimensi Matterport, sehingga konsumen dapat menjelajahi seluruh isi rumah maupun apartemen melalui smartphone atau komputer.” [idr]

 

https://www.merdeka.com/properti/survei-harga-rumah-di-bekasi-depok-bogor-stagnan-di-awal-2017.html

Most Popular

Recent Comments