Monday, January 24, 2022
Home Dunia Suu Kyi angkat suara soal wartawan Reuters dipenjara karena liput kekerasan Rohingya

Suu Kyi angkat suara soal wartawan Reuters dipenjara karena liput kekerasan Rohingya

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi akhirnya mengutarakan pendapat tentang hukuman tujuh tahun penjara dijatuhkan kepada dua wartawan Reuters karena meliput kekerasan terhadap warga Rohingya di Negara Bagian Rakhine.

Menurutnya, pemenjaraannya dua wartawan tidak ada kaitannya dengan kebebasan berekspresi. Mereka dihukum karena terbukti melanggar aturan.

“Mereka dipenjara bukan karena mereka wartawan, tetapi karena pengadilan memutuskan bahwa mereka telah melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi,” katanya, dalam sebuah forum ekonomi ASEAN yang diselenggarakan di Hanoi, Vietnam, dikutip dari AFP, Kamis (13/9).

Suu Kyi menambahkan, jika kedua wartawan itu keberatan tentang putusan pengadilan, mereka bisa mengajukan banding ke pengadilan.

“Sidang mereka diadakan di pengadilan terbuka, tetapi sepertinya tidak semua orang mau membaca ringkasan hakim. Jika kita percaya pada aturan hukum, mereka memiliki hak untuk mengajukan banding atas putusan itu dan tunjukkan bahwa keputusan pengadilan salah,” tegasnya.

Seperti diketahui, dua wartawan Reuters Wa Lone (32) dan Kyaw Soe Oo (28) dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun setelah mencoba menyelidiki pembantaian dilakukan oleh pasukan militer Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya.

Para kritikus dunia tak terkecuali PBB dan kelompok HAM menentang putusan pengadilan tersebut dan mengatakan bahwa hukuman itu menunjukkan pembatasan kebebasan pers di negara tersebut. [noe]

 

 

Sumber : Merdeka.com

Most Popular

Recent Comments