Tahun ini, Tarif 10 Ruas Tol Bakal Naik

0
26

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan penyesuaian tarif terhadap 10 ruas tol pada tahun ini. Konfirmasi tarif tol naik tersebut masih menunggu hasil pengecekan akhir bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Itu kalau total ruasnya ada 10 sekarang. Tapi secara prinsip sudah masuk semua, prosesnya sudah selesai, tinggal nanti kita melakukan pengecekan terakhir dengan pak Menteri,” ujar Kepala BPJT, Danang Parikesit, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, dikutip Selasa (7/1).

Berdasarkan informasi yang diberikan Danang, 5 dari 10 ruas tol kini sudah memasuki proses akhir. Antara lain Tol Cawang-Tomang-Pluit, Tol Ujung Pandang Tahap I, Tol Bali Mandara, Tol Pondok Aren-Serpong, dan Tol Gempol-Pandaan Tahap I.

Sementara, dua tol lainnya sedang dalam proses permintaan persetujuan unit kerja Eselon I di Kementerian PUPR, yakni Tol Tangerang-Merak dan Tol Pasir Koja-Soreang.

Sedangkan, 3 ruas sisa kini tengah dalam proses berita acara penyesuaian tarif tol naik. Ketiga tol tersebut yakni Tol Palikanci, Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) dan Tol Surabaya-Gempol.1 dari 1 halaman

Putusan Kenaikan Tunggu Izin Menteri Basuki

Danang menyatakan, pengajuan kenaikan tarif untuk 10 tol tersebut telah diserahkan oleh BPJT, dan kini tengah menunggu keputusan Menteri Basuki yang kerap mengecek sendiri kondisi dan kesiapan ruas-ruas itu.

“Biasanya yang masih ada kegiatan konstruksi, pelebaran, perbaikan, itu biasanya beliau prefer untuk ditunda. Berarti yang belum itu kemungkinan masih ada kegiatan konstruksi yang belum selesai, atau terkena dampak hujan sehingga mengganggu masyarakat,” terangnya.

Dia pun berharap, kenaikan tarif untuk 10 ruas tol tersebut dapat dirampungkan pada tahun ini, sehingga tidak mengganggu proses penyesuaian tarif tol lain pada tahun depan.

“Harapan kita semuanya tuntas tahun ini, karena tahun depan ada juga list yang harus kita kerjakan. Jadi itu enggak berhenti, cukup banyak sebenarnya yang seharusnya dilakukan penyesuaian tarif,” tukas Danang.