Thursday, September 16, 2021
Home Nasional Tak didampingi saat diperiksa, Wali Kota Samarinda marahi anak buah

Tak didampingi saat diperiksa, Wali Kota Samarinda marahi anak buah

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang memarahi anak buahnya lantaran sering tak hadir saat dia diperiksa penyidik Bareskrim Polri di Mako Brimob Polda Kaltim Detasemen B Samarinda, Sabtu (18/3). Bahkan dia dibikin kesal setelah tahu anak buahnya sedang main golf saat pemeriksaan.

Kekesalan Jaang itu diluapkan usai menggelar konferensi pers untuk menjelaskan soal proses terbitnya SK 552.21/083/HK-KS/II/2016 kepada koperasi serba usaha ormas Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB). Awalnya, konferensi pers berjalan lancar hingga Jaang melayani sesi tanya jawab bersama dengan puluhan wartawan yang hadir di rumah dinasnya, siang tadi.

Suasana berubah saat seorang pejabat Pemkot langsung kena semprot Jaang. Sebabnya, anak buah Jaang baru terlihat siang tadi, tidak saat dia diperiksa penyidik Bareskrim.

“Katanya kamu mau keluar kota. Keluar kota kamu, enak nanti saya pecat kamu. Banyak orang yang mau jadi kepala dinas,” kata Jaang ditujukan kepada salah seorang pejabatnya.

“Saya tidak apa-apa diperiksa. Saya kalau mau jelek malam tadi (Sabtu malam kemarin), tahu tidak? Mau diangkut semua kamu. Aku kan tidak bisa jawab, kan aku kan waktu itu bukan Wali Kota,” ujar Jaang.

“Loh, aku kan bukan Wali Kota. Saya ini rakyat biasa Pak, dari tanggal 24 November 2015 sampai tanggal 17 Februari 2016,” tambahnya.

Masih dalam tensi tinggi, dia menjelaskan, sewaktu diperiksa Bareskrim dan dicecar 15 pertanyaan, dia diantar oleh bagian Humas Pemkot.

“Kabah Humas yang mengantarkan. Aku sekarang lagi lain-lain pikirannya. Pak Barus saja main golf. Wali Kotanya diperiksa, dia main golf. Pertimbangkan juga Pak Barus ini,” ketus Jaang.

“Kalau mau berkelahi, ya berkelahi kita. Tapi bukan masalah itu. Di situlah pentingnya kita. Aku, kalau kukatakan tidak mau diperiksa, karena saya bukan Wali Kota waktu itu, apa yang terjadi? Habis diangkutnya (oleh polisi),” tambah Jaang.

Jaang kembali dalam tensi tinggi, menyayangkan ketidakhadiran jajaran pegawainya saat dia diperiksa. Semprotan Jaang kepada para kepala dinas dan pejabatnya itu, disaksikan sebagian besar yang ada di kelilingnya. Momen itu pun diabadikan para perwarta.

Diketahui, Bareskrim Polri dan Ditreskrimsus Polda Kaltim, Jumat (17/3), membongkar dugaan pungli di kawasan TPK Palaran, Samarinda, yang berujung pada penyitaan uang Rp 6,1 miliar, dari koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Komura.

Selain itu, tim Bareskrim juga menemukan praktik dugaan pungli pada petugas pungut parkir di pos masuk TPK Palaran. Belakangan, pemungut itu berasal dari ormas PDIB, mengacu SK Wali Kota Tahun 2016. Pada pemeriksaan penyidik Bareskrism Sabtu (18/3) kemarin, Jaang dicecar 15 pertanyaan. [msh]

Most Popular

Recent Comments