Monday, August 2, 2021
Home Nasional Taruna Akpol Tingkat Dua Tewas Dianiaya Senior, Begini Kronologinya

Taruna Akpol Tingkat Dua Tewas Dianiaya Senior, Begini Kronologinya

Mohammad Adam alias Nando, Taruna Akpol Tingkat Dua, Kamis (18/5) kemarin, tewas diduga karena dianiaya seniornya. Korban tewas dengan luka lebam. Insiden tewasnya Adam tersebut dipicu dugaan pelanggaran jam pesiar.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, dalam jumpa persnya di Mabes Polri, Kamis (18/5) menyampaikan akan melakukan penyelidikan kasus ini. Setyo pun lantas memaparkan kronologis tewasnya Adam.

Rabu (17/5)

– Pukul 21.00 WIB Taruna Akpol Tingkat II dan Tingkat III melakukan apel malam

– Pukul 22.30-23.00 WIB dilaksanakan pemberian waktu ke cafe untuk tingkat III

– Pukul 22.45- 23.00 WIB diberikan waktu cafe untuk tingkat II

Kamis (18/5)

– Pukul 00.30 WIB Taruna Tingkat II yang tergabung dalam korps HIT (Himpunan Indonesia Timur) sejumlah 22 orang diantaranya korban M Adam menghadap ke Taruna Tingkat III karena adanya kesalahan

– Pukul 01.00 WIB seluruh Taruna Tingkat II sejumlah 22 orang dan Taruna Tingkat III sejumlah 12 orang berkumpul di gudang flat a atas Taruna Tingkat III. Selanjutnya, Taruna Tingkat III memerintahkan seluruh Taruna Tingkat II untuk melaksanakan sikap tobat sambil diberikan arahan, kemudian pejabat korps HIT, ada dua orang dipisahkan untuk tobat roket dengan sikap kaki di atas dan kepala di bawah.

Korban Adam yang anggota biasa ditarik ke depan oleh senior Tingkat III dan dalam sikap Mersing dipukul 5-6 kali di bagian ulu hati. Pukulan terakhir terhadap korban menyebabkan korban merasa kesakitan dan kolaps/kejang. Kemudian Taruna Tingkat III melakukan upaya untuk menyadarkan dengan cara CPR, dan membasahi mukanya dengan air, dalam proses upaya pemulihan tersebut korban dipindahkan dari TKP gudang ke kamar A 1.3 (kamar sebelah gudang) ke kamar Taruna Tingkat III.Hal ini kemudian dilaporkan ke pengawas.

– Pukul 02.25 WIB korban dibawa ke RS. Akpol oleh dua pengawas. Namun ,pada saat dimasukan mobil Inova warna hitam, korban sudah kaku.

– Pukul 02.30 WIB sampai di RS Akpol dan dilakukan pengecekan oleh dokter rumah sakit

– Pukul 02.45 WIB Adam dinyatakan meninggal dunia

– Pukul 04.30 WIB Dokter jasa RS Akpol melapor ke Karumkit RS Akpol

– Pukul 05.00 WIB Karumkit melakukan pemeriksaan dan korban dinyatakan meninggal sekitar 02.00 WIB. Korban meninggal dengan luka lebam di dada. Ada tanda mati lemas dilihat dari jaringan di bawah kuku tangan dan kaki berwarna kebiruan, bibir dan selaput lendir mulut kebiruan, ada bintik pendarahan di kelopak mata kiri serta keluar sperma pada kemaluan, dugaan sementara kematian korban disebabkan kekurangan oksigen (asfiksia)

– Pukul 07.00 WIB jenazah tiba di Rs. Bhayangkara Semarang. Jenazah pun disimpan dikamar jenazah untuk dilakukan autopsi sambil menunggu pihak keluarga korban

– Pukul 23.50 WIB, jenazah tiba dibawa rumah duka, di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk disalatkan

Jumat (19/5)

– Pukul 01.10 WIB , jenazah Adam pun dimakamkan di Jalan Makam, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Atas tewasnya Adam tersebut, polisi pun saat ini maraton memeriksa 21 saksi. Gubernur Akpol, Irjen Pol Anas Yusuf, usai menghadiri pemakaman Adam, pun menegaskan bahwa Polri tak akan segan menindak taruna yang terindikasi melakukan tindak kekerasan saat pendidikan.

“Kita kehilangan anak bangsa yang terbaik dan peristiwa itu juga kita sangat disayangkan. Prinsipnya, pimpinan Polri sudah menyampaikan ke saya untuk menindak bila ada indikasi ke arah kekerasan. Tidak ada ampun,” beber Anas di hadapan awak media, Jumat (19/5) dini hari.

Sumber : Taruna Akpol Tingkat Dua Tewas Dianiaya Senior, Begini Kronologinya
Taruna Akpol Tingkat Dua Tewas Dianiaya Senior, Begini Kronologinya
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments