Terdakwa Peryiraman Air Keras Novel di Vonis 2 Tahun Penjara di PN Jakut

0
156

Harmoni Media — Sidang Vonis kasus penganiayaan/penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, berlangung secara LIVE STREAMING, sejak pukul 13.00 sampai 21.00 malam. Ketua Majelis Hakim Djuyamto, SH dengan Hakim Anggota Taufan Mandala, SH, M.Hum dan Agus Darwanta, SH, Menjatuhkan putusan 2 tahun penjara terhadap Rahmat Kadir Mahulete dan 1,6 tahun penjara terhadap terdakwa Rony Bugis , di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Kamis (16/7).

Dalam putusan ketua majelis Hakim Djuyamto SH, mengungkapkan, kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap saksi korban Novel Baswedan (penyidik KPK) dengan cara menyiramkan air keras ke bagian wajah korban mengakibatkan cacat pada bola mata sebelah kiri secara permanen.

Perbuatan tersebut di lakukan kedua terdakwa pada tgl 17 April 2017 lalu dekat rumah korban. Saat itu Korban Novel Bawesdan baru selesai sholat subuh dari Mesjid Al Ihsan.

Terdakwa Rahmat Kadir Mahulete membawa air keras dari Kelapa Dua Brimob dan mengajak Rony Bugis membawa motornya untuk minta diantar ke kelapa gading. Sesampainya di lokasi, Rahmat mengatakan akan memberi pelajaran pada seseorang tanpa menyebut namanya. Melihat korban berjalan, Rahmat menyuruh Rony mendekati korban dan memperlambat sepeda motornya. Saat berpapasan, Rahmat yang duduk dibelakang tiba-tiba menyiramkan air keras ke muka korba Novel Bawesda dan pelaku langsung menyuruh Rony kabur.

Akibat perbuatan kedua terdakwa dan berdasarkan keterangan para saksi- saksi di persidangan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap saksi korban Novel Baswedan (penyidik KPK), Hakim menvonis 2 tahun penjara terdakwa Rahmat Kadir Mahulete dan 1,6 tahun penjara terdakwa Rony Bugis.

Vonis Hakim lebis tinggi dari tuntutan jaksa. Sebelumnya Jaksa menuntut terdakwa masing – masing selama satu tahun penjara.
Pertimbangan Majelis Hakim terlebih dahulu membacakan pertimbangan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan bagi Terdakwa. Keduanya terdakwa telah melakukan penganiayaan berat yang mengakibatkan korban cacat pada bola mata sebelah kiri secara permanen dan Cacat Citra Bhayangkara. Sementara hal-hal yang meringankan,
Kedua terdakwa menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. (Butet)