Thursday, October 21, 2021
Home Nasional Ternyata, Letusan Kawah Sileri Sudah Diprediksi Sebelumnya

Ternyata, Letusan Kawah Sileri Sudah Diprediksi Sebelumnya

Objek wisata Kawah Sileri di kawasan Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyemburkan lahar dingin, Minggu (2/7). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun melansir ada empat orang yang mengalami luka-luka akibat letusan Kawah Sileri.

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan empat orang tersebut merupakan wisatawan.

“Tidak ada korban jiwa,” kata Sutopo lewat pesan pendek, Minggu (2/7).

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, kata Sutopo, saat terjadi letusan Kawah Sileri Dieng, ada 17 wisatawan yang berada di lokasi. Keempat wisatawan yang menjadi korban kini sudah mendapat perawatan di Puskesmas I Batur.

Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi, Kasbani, mengatakan, pihaknya sudah memperingatkan pengelola kawasan wisata kawah Dieng agar mengimbau wisatawan jangan mendekat dalam radius 100 meter.

“Rekomendasi sudah kami berikan untuk kawasan Dieng itu, wisatawan jangan sampai masuk ke radius 100 meter,” kata Kasbani, dikutip dari tempo, Minggu (2/7).

Menurut Kasbani, pemberian rekomendasi itu diberikan pihaknya sejak April, karena kejadian letusan yang terjadi di Kawah Sileri itu bukan yang pertama. Catatannya, sudah dua kali terjadi letusan di Kawah Sileri, yakni pada 3 dan 24 April 2017. Saat itu, sudah terpantau adanya potensi terjadinya letusan tiba-tiba.

Hal senada juga dikatakan Surip, petugas Pengamat Pegunungan Api Dieng. Ia mengungkapkan, musibah letusan kawah Sileri itu memang telah diprediksi sebelumnya.

“Kejadian ini sudah kita prediksi sebelumnya karena berdasarkan pengamatan kami sebelumnya sudah terjadi letupan gas di kawah Sileri, ” aku Surip, dikutip dari vivacoid, Minggu (2/7).

Surip menyebutkan, letusan pertama di kawah Sileri terjadi pada 24 Mei 2017 lalu yang mana kawasan kawah aktif itu mengeluarkan letupan gas CO2. Namun, gas itu tidak berpotensi mengandung racun.

Sejak saat itu, pihaknya bersama pengelola wisata kawah Sileri lalu menempelkan imbauan waspada kepada setiap pengunjung di kawasan kawah. Namun, ia tak yakin apakah wisatawan membaca imbauan tersebut atau tidak.

Lebih jauh, Surip pun menyebutkan, meski kawah Sileri berstatus gunung api aktif, namun pihaknya kesulitan untuk mengetahui tanda-tanda akan terjadi letusan. Sebab, letusan jenis freatik dengan lumpur panas sangat sulit diprediksi dibanding letusan di gunung-gunung api lain di Indonesia.

“Kawah Sileri dengan letusan freaktik sulit diprediksi karena sebelum meletus tak terjadi gempa vulkanik. Ini beda dengan gunung berapi lain yang selalu mengeluarkan gempa vulkanik,” tutup Surip.

 

Sumber : Ternyata, Letusan Kawah Sileri Sudah Diprediksi Sebelumnya
Ternyata, Letusan Kawah Sileri Sudah Diprediksi Sebelumnya
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments