Terobosan Baru, KKP Berhasil Produksi Massal Ikan Bubara

0
445

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon berhasil memproduksi massal jenis ikan laut Bubara atau lebih dikenal di kalangan masyarakat sebagai ikan kuwe.

Ikan yang memiliki nama Latin Caranx sp ini berhasil dibenihkan secara massal setelah melalui rangkaian perekayasaan yang cukup panjang. Sebelumnya, kebutuhan ikan Bubara di pasaran tergantung hasil tangkapan dari alam.

Ikan Bubara dikenal dengan citarasanya yang lezat dan dikenal luas khususnya di kalangan masyarakat Indonesia Timur. Hampir secara umum restoran di kota-kota Indonesia Timur menyajikan ikan bakar Bubara sebagai menu khas.

“Keberhasilan produksi massal ikan Bubara ini menjadi terobosan penting dalam pemanfaatan nilai ekonomi varian jenis komoditas ikan Indonesia. Ini tentunya menjadi tambahan ragam jenis komoditas perikanan budidaya yang diperhitungkan di masa depan,” tutur Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/5).

Menurut Slamet, jenis ikan Bubara memiliki pertumbuhan yang cepat, memiliki tingkat kelulushidupan (SR/survival rate) yang tingg dan relatif tahan terhadap infeksi penyakit.

Karakternya sebagai ikan pelagis dan sangat aktif menyebabkan ikan ini lebih adaptif terhadap pakan dan perubahan lingkungan. Di sisi lain, pangsa pasar ikan Bubara cukup luas khususnya untuk mengisi kebutuhan domestik. Cita rasa dagingnya yang baik menyebabkan ikan ini banyak diminati dikalangan masyarakat.

“Saya rasa ini jadi peluang bagus. Dengan keberhasilan produksi massal, maka produksi dapat kita genjot sesuai kebutuhan. Langkaha wal, nanti saya akan minta BPBL Ambon mempercepat pengembangannya di masyarakat, baik melalui diseminasi maupun dukungan benih ke para pembudidaya,” pungkasSlamet.

Sementara itu, Kepala BPBL Ambon, Tinggal Hermawan, mengungkapkan, keberhasilan produksi benih ikan Bubara merupakan buah hasil perekayasaan yang cukup panjang. Permasalahan pada waktu itu yakni sulitnya mendapatkan induk yang matang gonad kontinyu sepanjang tahun, teknik pemijahan yang belum optimal dan SR larva yang sangat kecil, yakni di bawah 1 persen. Saat ini menurutnya, SR sampai ukuran benih siap tebar di KJA bisa mencapai 10 persen. Setiap pasang induk mampu memproduksi 1,5-2 juta butir telur.

Pada fase pembesaran, sampai ukuran konsumsi rata-rata 500 gr/ekor dibutuhkan waktu emeliharaan 5-6 bulan. Pada fase tersebut, capaian SR tergolong tinggi yakni mencapai 90 persen.

Ditanya mengenai ketersediaan induk, Tinggal mengungkapkan bahwa saat ini stok induk aktif yang ada ekitar 73 ekor dan calon induk sebanyak 100 ekor. Induk tersebut memiliki bobot rata-rata 7-12 kg, dimana untuk mendapatkan induk aktif ini dibutuhkan waktu 3-4 tahun. Selanjutnya, menurutnya, stok induk ini akan terus ditambah sesuai kebutuhan suplai benih yang dipastikan akan terus naik.

Saat ini, BPBL Ambon terus melakukan perekayasaan perbenihan, salah satunya dengan uji coba aplikasi hormon pada induk dan hasilnya sangat efektif dalam memproduksi benih berkualitas secara massal.

“Kami terus mendorong pengembangan budidaya ikan Bubara ini di masyarakat. Bentuk dukungan yakni bantuan benih untuk pembudidaya. Respon masyarakat juga sangat baik, sehingga saya optimis ikan Bubara ini akan menjadi primadona baru jenis ikan laut budidaya,” jelasTinggal.

Saat ini, di Teluk Ambon Dalam ada sekitar 10 pembudidaya yang telah menggunakan benih Bubara hasil budidaya, dimana mereka menargetkan melakukan panen pada akhir Juni 2018.

 

Sebagai gambaran, harga ikan Bubara ukuran konsumsi di kota Ambon berkisar Rp 65 ribu s.d 75 rb per kg untuk ukuran size ikan 2-3 ekor per kg. Masyarakat menilai, usaha budidaya ikan Bubara menjanjikan karena daya serap pasar yang tinggi.

 

 

Sumber : Terobosan Baru, KKP Berhasil Produksi Massal Ikan Bubara
Terobosan Baru, KKP Berhasil Produksi Massal Ikan Bubara
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here