Saturday, July 31, 2021
Home Nasional Tersisa PDIP di Pilgub Jawa Barat

Tersisa PDIP di Pilgub Jawa Barat

Sembilan partai politik telah mendeklarasikan jagoannya di Pilgub Jawa Barat 2018. Tinggal sang juara di Jawa Barat yakni PDIP, belum menentukan pilihan untuk bertarung di tanah pasundan tahun depan.

Golkar dan Demokrat menunjuk Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar. Tapi kedua partai belum mengungkap, siapa yang akan jadi cagub dan cawagub di antara dua nama tersebut.

Di poros kedua, ada PKB, NasDem dan PPP yang menjagokan Ridwan Kamil. Teranyar, Hanura ikut bergabung mulai Kamis (28/12) malam kemarin untuk mendukung wali kota Bandung tersebut.

Kubu ketiga yakni Gerindra, PKS dan PAN yang menjagokan Sudrajat – Ahmad Syaikhu untuk maju di Pilgub Jawa Barat 2018. Dari tiga poros tersebut, tersisa PDIP yang memang tak butuh koalisi untuk usung calon karena memiliki 20 kursi DPRD Jabar.

Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini telah membuka sejumlah opsi menyikapi Pilgub Jabar. Bukan tidak mungkin, karena kekuatan suara di Jabar, keputusan PDIP nanti akan mengubah konstelasi politik yang telah terbentuk saat ini. Wasekjen PDIP Eriko Sutarduga mengatakan partainya menyiapkan tiga opsi.

Pertama, PDIP akan berjuang sendiri dan mengusung skenario pasangan kader internal dengan internal atau kader internal dengan eksternal. Nama-nama kader internal yang dilirik diantaranya Ketua DPD Jawa Barat, TB Hasanuddin, Puti Guntur Soekarno, Bupati Majalengka Sutrisno hingga Rieke Diah Pitaloka.

Sementara di kalangan eksternal, ada nama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa, Wakalemdikpol Anton Charliyan.

“Kita sudah menyiapkan tiga opsi, pertama kita maju sendiri,” kata Eriko saat dihubungi, Kamis (28/12).

Eriko menyebut opsi kedua yakni berkomunikasi dengan PPP, PKB dan Hanura untuk membicarakan kemungkinan koalisi sekaligus menentukan cagub Jabar baru.

Atau, opsi terakhir, kata Eriko adalah membuka peluang kembali mendukung Ridwan Kamil bersama PPP, PKB dan NasDem. Eriko menuturkan, opsi ini terbuka jika Emil sapaan Ridwan Kamil belum menentukan calon wakilnya.

“Kami membuka diri bila mana Ridwan Kamil melakukan komunikasi dengan kita. Karena dengan PPP, PKB belum ada kepastian masalah wakil,” ungkapnya.

Melihat gelagat PDIP. PKB pun mewaspadai. Dia mendesak, agar koalisi Ridwan Kamil segera menentukan calon wakil gubernur. Sebab, jika PDIP masuk, bukan tidak mungkin akan menambah masalah baru.

“Kalau enggak begitu malah semua, PDIP yang masuk nanti semua partai keluar malah masalah kan,” kata Wasekjen PKB Jazilul Fawaid saat dihubungi, Kamis (28/12).

Untuk itu, Jazilul berharap, 3 partai pendukung Emil untuk tetap kompak sekaligus mencermati dinamika politik yang terjadi di Pilgub Jabar. Tujuannya agar bisa memenangkan persaingan.

“Kan namanya pilkada itu kan targetnya bagaimana memenangkan, makanya solidnya koalisi dan pasangan yang diusung itu sangat menentukan gitu,” tegasnya.

Jazilul menambahkan, sejak awal PKB menawarkan nama Maman Imanulhaq dan Syaiful Huda menjadi cawagub Emil. Pihaknya tak mempersoalkan jika nama Maman dan Huda harus diuji elektabilitasnya berdasarkan survei dan kajian. Sayangnya, hasil survei hingga saat ini belum disampaikan.

PKB, lanjut Jazilul, akan menarik dukungan jika masalah cawagub Emil tidak mendapatkan titik terang. “PKB juga bisa menarik dukungan jika nanti pembicaraan atau solusi tidak win win solution, utamanya terkait dengan posisi di cawagubnya,” tukas Jazilul. [rnd]

 

 

 

Sumber : https://www.merdeka.com/politik/tersisa-pdip-di-pilgub-jawa-barat.html

Most Popular

Recent Comments