Terungkap Alasan Iptu Triadi, Anggota Polisi Pilih Jadi Tukang Ojek

0
10

Iptu Triadi harus berlapang dada menerima kenyataan diberhentikan dari tugasnya sebagai polisi. Triadi diberhentikan lantaran berbulan-bulan tak masuk kantor.

Bukan tanpa sebab dia melalaikan tugas, rupanya Triadi lebih memilih jadi tukang ojek. Lalu apakah alasan Iptu Triadi jadi tukang ojek? Berikut ulasannya:1 dari 4 halaman

Gaji Tak Cukup

Selama 62 hari Iptu Triadi absen dari tugasnya sebagai polisi. Triadi meninggalkan pekerjaannya itu demi menjadi tukang ojek. Profesi ini dilakoninya karena gaji sebagai polisi tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sementara itu Triadi memiliki delapan orang anak, di antaranya masih kecil.

“Soal penyebab kenapa dia memilih jadi tukang ojek, ada alasannya. Namun, masih diperiksa Propam Polda,” ujar ujar Kabid Humas Polda Sultra, AKBP harry Goldenhardt, Jumat (9/8/2019).2 dari 4 halaman

Punya Utang di Bank

Selain gaji tak cukup, alasan lain yang membuat Iptu Triadi memilih jadi tukang ojek untuk membayar utang ke bank. Triadi ternyata memiliki sejumlah utang di sebuah bank di Kota Kendari. Sebelumnya, sebelum tahun 2017, Iptu Triadi sudah mengajukan pinjaman.

Pinjaman ini senilai puluhan juta rupiah. Sehingga, untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, Iptu Triadi harus mencari pekerjaan tambahan. Salah seorang rekannya di Polda Sulawesi Tenggara mengatakan, gaji yang diterima tinggal sedikit. Iptu Triadi di Polda Sultra, hanya menerima gaji sekitar ratusan ribu saja usai dipotong bank.

“Mungkin tinggal Rp 500 ribu saja,” ujar salah seorang anggota polisi yang enggan disebut namanya.3 dari 4 halaman

Pernah Diperingatkan

Iptu Triadi bukan pertama kali memilih mengojek daripada bertugas sebagai polisi. Sebelumnya dia jadi tukang ojek di Kabupaten Konawe Kepulauan saat bertugas di Polsek Wawonii. Selanjutnya, saat ditarik di Polres Kendari, dia kembali mengulangi. Akibatnya dia sempat diberi peringatan oleh atasannya.

“Sebelumnya, sudah ada peringatan keras, ada kebijakan untuk membantu dia. Tapi dia tetap memilih menjadi tukang ojek,” ujar Kabid Humas Polda Sultra, AKBP harry Goldenhardt, Jumat (9/8/2019).4 dari 4 halaman

Gaji Iptu Triadi Rp 8 Juta

Polda Sulawesi Tenggara heran dengan alasan Iptu Triadi mengaku gajinya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Oleh karena itu dia memilih menjadi tukang ojek dan meninggalkan kewajibannya selama 62 hari.

Padahal, gaji Triadi lumayan besar. Setiap bulan dia mengantongi gaji sebesar Rp 8 juta. Gaji itu sudah termasuk tunjangan dan remunerasi.

“Gajinya sudah cukup pokoknya. Bisa membawa pulang gaji dan remunerasi sekitar Rp 7 sampai 8 juta. Jadi tidak ada alasan lagi,” kata Kabid Humas Polda Sultra, AKBP harry Goldenhardt.

Sumber : Merdeka.com