TNI dan Santri di Palembang Salat Minta Hujan Pasca Kabut Asap Pekat

0
130

Palembang – Puluhan prajurit TNI dari Korem 044 Garuda Dempo menggelar salat istisqa (salat minta hujan) bersama santri di Ponpes Aulia Cendekia. Salat ini digelar karena Kota Palembang diselimuti kabut asap.

Salat istisqa tersebut digelar di lapangan Pesantren Aulia Cendikia Talang Jambe Palembang. Hadir dalam salat istisqa Komandan Korem 044 Garuda Dempo Kolonel Arh Sonny, Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, bersama puluhan prajurit TNI dan santri di Pesantren Aulia Cendikia.

“Kami melaksanakan salat istisqa minta hujan kepada Allah SWT di Ponpes Aulia Cendekia. Ada semua unsur, dari BPBD, pemerintah, TNI dan pesantresn mudah-mudahan turun hujan di daerah yang kini banyak titik api dan belum turun hujan,” kata Kolonel Arh Sonny usai salat istisqa, Selasa (15/10/2019).

Tidak hanya di ponpes Aulia Cendekia, Sonny menyebut salat istisqa serentak digelar di seluruh kodim. Sonny menerangkan saat ini masih ada beberapa titik api besar di Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI). 

“Kita lihat memang 2 hari lalu hotspot cukup banyak, hari ini sudah menurun dari kemarin. Kalau kita lihat lapangan memang ada titik api yang besar di Bayung Lencir dan OKI ada 6 titik api besar,” katanya. 

Melihat kondisi itu, Sonny memastikan Satgas Karhutla di Sumatera Selatan sudah bekerja maksimal. Bahkan tim satgas tidak ada yang libur dan terus bekerja 24 jam. 

“Satgas darat, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD sudah berupaya maksimal. Tidak ada hari Sabtu-Minggu, nggak ada santai kita, 24 jam kita bekerja,” katanya tegas.

“Kalau yang tidak ada titik api kita lakukan sosialisasi, kalau ada titik api kita lakukan pemadaman. Termasuk upaya hujan buatan kita lakukan. Hari ini satgas doa melaksanakan salat minta hujan,” kata Sonny.

TNI dan Santri di Palembang Salat Minta Hujan Pasca Kabut Asap Pekat

Selain dari Satgas Karhutla, bantuan dari beberapa perusahaan swasta juga telah dilakukan. Salah satunya bantuan itu dari perusahaan yang beroperasi di wilayah Sumatera Selatan.

Perusahaan tersebut turut membantu penyediaan alat pemadam kebakaran dan Regu Pencegah Kebakaran (RPK). Dengan bantuan tersebut, kebakaran di beberapa daerah disebut dapat diatasi. 

“Di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ada sekitar 50 unit alat berat yang dibantu, termasuk heli waterbombing,” kata Sonny. 

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD sumatera Selatan, Ansori menyebut berbagai upaya telah dilakukan, baik pemadaman darat ataupun udara. Khusus untuk udara, tim selalu melakukan water bombing.

“Water bombing terus dilakukan Satgas Kahutla. Termasuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) di langit, tetapi untuk TMC memang kita selalu koordinasi dengan BMKG untuk melihat potensi awannya,” kata Ansori.

Berikut data heli dan pesawat yang siap melakukan water bombing dan TMC di langit Bumi Sriwijaya:

Heli water bombing:
1. RDPL 250 (Siap)
2. RA 22747 (Siap)
3. RA 22583 (Siap)
4. RDPL 34230 (Siap)
5. UP 815 (Siap)
6. VN 8426 (Siap)
7. RA 22582 (Siap)

Heli water bombing Maintenance:
1. RDPL 34140 (Maintenance)
2. UR CIO (Maintenance)

Pesawat TMC:
1. A-2901 (Siap)
2. A 2101 (Siap)

Heli Patroli Udara:
1. PK-DAM (Patroli)
2. PK-SNN (Patroli)