TNI jangan mau direndahkan acara tak bermutu

0
69

Program musik Dahsyat di RCTI yang tayang pada Jumat (19/1) kemarin, menuai sorotan. Tayangan yang syutingnya diambil di Lapangan Batalyon TNI AD Jalan Jatijajar, Depok, Jawa Barat, itu dinilai melecehkan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pelecehan dimaksud saat menayangkan seorang prajurit TNI diikutsertakan bermain memakan donat layaknya lomba makan kerupuk bersama artis Felicya Angelista. Tayangan tersebut menjadi sorotan setelah prajurit TNI AD itu memakan donat diikat tali ke kaki sang artis yang kemudian ditarik-tarik. Buntutnya, program Dahsyat beserta Felicya dilaporkan Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) ke Polda Metro Jaya, Minggu (21/1) malam.

Laporan tersebut diterima dengan Tanda Bukti Lapor dengan mencantumkan Laporan Polisi Nomor:LP/393/1/2018/PMJ/Ditreskrimum. Terlapor disangkakan dengan perkara kejahatan terhadap kesopanan. Pelapor juga membawa bukti berupa video tayangan acara tersebut dan juga gambar saat anggota TNI AD mengikuti permainan.

Pihak TNI AD menyesalkan dugaan pelecehan terhadap salah satu anggotanya dalam program Dahsyat di RCTI. Terlebih pihak RCTI khususnya program Dahsyat belum meminta izin untuk mengajak anggota TNI AD bermain dalam program tersebut.

Kadispenad TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh mengatakan, pihak TNI AD sudah memberikan protes terhadap pihak RCTI terutama Dahsyat. Menurut Alfret, penyelidikan internal turut dilakukan TNI AD guna mengusut segmen tersebut bisa lolos padahal digelar di Lapangan Batalyon TNI AD.

“Pihak RCTI dalam hal ini program Dahsyat, tidak melaksanakan prosedur peminjaman tempat dengan benar. Kalau melalui prosedur, pasti akan kita berikan arahan mana yang boleh atau tidak boleh, mana yang pantas atau tidak pantas sesuai ode etik dan kehormatan prajurit ataupun kode etik bermasyarakat,” kata Alfret saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (22/1).

Dari pihak RCTI dan Felicya sudah meminta maaf atas tayangan tersebut. Melalui perwakilannya RCTI sudah menemui Direktur Perhubungan Angkatan Darat Kolonel Chb Wijdang.

“Dalam suasana hangat dan kekeluargaan kami menyampaikan maaf kepada Tentara Nasional Indonesia, khususnya TNI AD beserta keluarga besar Yon Hubad,” demikian tertulis dalam akun instagram dahsyat.musik yang dikutip merdeka.com, Senin (22/1).

Meski telah mendapat klarifikasi permintaan maaf dari pihak RCTI, pihak Mabes TNI mengingatkan agar tayangan dalam program yang hadir setiap pagi itu lebih memberikan pendidikan. “Ke depan saya berpesan untuk hadirkan tayangan pendidikan dan sopan santun,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Muradi menilai, polemik tayangan itu menjadi momentum agar televisi tak cuma berlomba-lomba menghadirkan program mengejar rating. Dia berpendapat ke depan agar tim kreatif memunculkan tayangan lebih edukatif ketimbang merendahkan martabat manusia.

“Saya kira Dahsyat coba mempertimbangkan bukan cuma kebetulan TNI ini saja. Saya kira ini momentum untuk mengingatkan pengelola Dahsyat, pengelola televisi untuk mencerdaskan warga atau publik bukan sebaliknya yang mencela-cela kemudian warga larut dalam acara itu demi rating semata,” kata Muradi saat dihubungi merdeka.com. [gil]

 

 

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/tni-jangan-mau-direndahkan-acara-tak-bermutu.html

Comments

comments