Monday, August 2, 2021
Home Nasional Tommy Soeharto Usulkan Presiden Kembali Dipilih Oleh MPR, Partai-partai Menolak Berjemaah

Tommy Soeharto Usulkan Presiden Kembali Dipilih Oleh MPR, Partai-partai Menolak Berjemaah

Ketua Umum Partai Berkarya, Tommy Soeharto mengusulkan sistem pemilihan presiden diubah seperti sebelum era Reformasi yakni presiden dipilih oleh MPR. Sontak usulan tersebut menuai kontroversi. Banyak partai yang menolak usulan itu.

Tommy beralasan pasangan calon yang berkontestasi dalam Pemilihan Umum membutuhkan dana yang besar. Sehingga ia menilai, presiden harus menjadi mandataris MPR.

“Untuk jadi presiden, gubernur, wali kota, bupati itu membutuhkan dana yang enggak kecil. Jadi presiden harusnya jadi mandataris MPR. Harus MPR lagi. Buktinya Inggris masih melakukan hal serupa, kenapa kita harus metodenya Amerika,” jelas Tommy, seperti dikutip dari Al-Jazeera, pada hari Selasa (22/5).

Jika pemilihan presiden dilakukan seperti era Orde Baru, kata Tommy, biaya politik yang dibutuhkan bisa ditekan. Sebab, katanya sistem pemilihan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat membutuhkan dana besar.

“Kita kembali kepada UUD 45 yang asli. Itu jati diri bangsa negara. Yang lebih relevan dan tidak jadi high cost politics. Dan itu tidak ada salahnya,” tuturnya.

Sayang, usulan Tommy ini langsung mendapatkan respons negatif dari berbagai partai politik. Partai Gerindra, misalnya, tidak setuju dengan usulan Tommy ini. Sebab, apabila presiden kembali dipilih MPR, maka UUD 1945 harus diamandemen dan UU Pemilu juga harus diubah.

“Dan sudah diputuskan di UU Pemilu bahwa pilpres itu harus dilakukan secara langsung suara terbanyak. Jadi sudah tidak bisa kembali ke MPR kecuali kita mengubah, mengamandemen UUD 45. Kecuali kita juga mengubah UU Pemilu,” kata Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria kepada kumparan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senanyan, Jakarta Pusat.

Begitu juga PDIP, Anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP Komarudin Watubun mengatakan, usulan ini dinilai mundur dan butuh waktu untuk mengubah UUD 1945.

“Itu sebagai ide boleh, tapi itu pemikiran mundur. Karena apa, harus membutuhkan amandemen UUD kalau mau dilakukan pemilihan melalui MPR lagi,” ujarnya.

Komarudin juga menilai, pemerintahan yang dipilih melalui MPR justru menimbulkan kesewenang-wenangan dan sikap otoriter.

Partai Golkar pun menolak usulan ini. Anggota Komisi II DPR Fraksi Golkar Firman Soebagyo mengungkapkan, ajang pemilihan umum baik itu pilkada, pileg, dan pilpres dilaksanakan atas dasar ketentuan yang diatur dalam UU Pemilu. Sehingga, ketika UU menyatakan pemilihan langsung, maka amanat dan perintah UU tersebut harus dilaksanakan.

Sementara itu, PKB mempertanyakan dasar usulan Tommy tersebut.

“Tentu kalau itu yang menjadi usulan Pak Tommy atau pihak lain, tentu kami harus mempelajari apa yang menjadi dasar-dasarnya,” kata Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid.

Sementara itu, PPP menyebut usulan Tommy ini sebagai langkah mundur dalam demokrasi. Anggota Komisi II DPR Fraksi PPP Achmad Baidowi menyebut, usulan tersebut akan sia-sia selama UUD 1945 tak kunjung diamandemen. Apalagi saat ini tidak ada urgensinya untuk mengubah sistem pilpres melalui MPR.

Namun, hanya ada satu partai yang mendukung usulan Tommy itu, yaitu Partai Hanura. Anggota Komisi II DPR Fraksi Hanura Rufinus Hutahuruk menyambut baik usulan itu. Ia pun sepakat, sistem demokrasi yang dianut Indonesia saat ini membuat biaya politik semakin besar.

“Kelihatannya memang ini berbagai varian dan variabel yang mengacu kepada ada yang menyebut joki, ada yang menyebut money politics,” kata Rufinus.

Menurut Rufinus, jika usulan bertujuan untuk memperbaiki persoalan politik uang dan efisiensi biaya politik, maka hal itu sah-sah saja. Tentunya, kata dia, sistem itu harus dikaji secara akademik terlebih dahulu.

Sumber : Tommy Soeharto Usulkan Presiden Kembali Dipilih Oleh MPR, Partai-partai Menolak Berjemaah
Tommy Soeharto Usulkan Presiden Kembali Dipilih Oleh MPR, Partai-partai Menolak Berjemaah
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments