Tuesday, November 30, 2021
Home DKI Jakarta Update Covid-19 per 25/12: Tambah 460 Positif, 1.236 Sembuh, 160 Meninggal

Update Covid-19 per 25/12: Tambah 460 Positif, 1.236 Sembuh, 160 Meninggal

HarmonimediaPeduli, Cegah Covid-19: jaga kesehatan, lindungi keluarga, tetap memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas. Foto: Laporan media harian Covid-19 tanggal 25 Oktober 2021. Kita peduli, pandemi berakhir!

Harmonimedia – Berikut update kasus Corona atau Covid-19 di Indonesia yang tercatat pada Senin (25/10).

Hari ini, terdapat penambahan kasus virus corona sebanyak 460 kasus.

Penambahan kasus baru itu menjadikan total kasus Covid-19 di Indonesia kini menjadi 4.240.479 kasus.

Hal tersebut berdasarkan data dari laman resmi covid19.go.id, Senin (25/10/2021) pukul 16.27 WIB.

Kabar baiknya, sebanyak pasien Covid-19 dinyatakan 1.236 sembuh.

Jumlah pasien sembuh diketahui bertambah menjadi 4.083.690 pasien.

Sementara itu, pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah sebanyak 30 pasien.

Sehingga, total pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 menjadi 143.325 pasien.

Penambahan kasus tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sebelumnya, sejumlah pihak termasuk Kementerian Kesehatan memprediksi gelombang ketiga Covid-19 akan menghantam Indonesia akhir atau awal tahun nanti.

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama memandang, prediksi tersebut beralasan dengan menimbang setidaknya tiga hal ini.

Pertama, pengalaman selama ini, jika ada peningkatan mobilisasi karena libur panjang maka kasus akan naik.

“Saat ini saja aktivitas masyarakat relatif terus meningkat, sementara tidak semua menjaga jarak dan atau memakai masker dengan benar,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (25/10).

Serta yang ketiga adalah, masih ada sekitar 65 persen penduduk Indonesia belum mendapat perlindungan memadai akibat vaksin Covid-19.

“Belum dapat vaksin 2 kali. Bahkan, masih lebih 3/4 lansia belum dapat vaksin memadai,” imbuh mantan petinggi WHO Asia Tenggara ini.

Meski demikian, terkait besaran gelombang ketiga yang terjadi amatlah bergantung pada 7 hal ini yang meliputi.

“Satu, seberapa patuh kita semua pada 3 atau 5 M. Kedua, seberapa ketat kebijakan PPKM oleh pemerintah sesuai derajat yang ada,” imbuhnya.

Pemerintah diharapkan, memantau data perkembangan kasus dari waktu ke waktu, dan kalau ada kenaikan maka seberapa ketat pembatasan sosial diberlakukan.

“Keempat, kecepatan vaksinasi harus ditingkatkan. India yang penduduknya 4 kali dari RI, sudah menyuntik 8 juta orang per hari, maka target kita 2 juta sehari rasanya cukup tepat dan semua dapat dicapai. India juga sudah memvaksin 1 milyar penduduknya,” kata Prof Tjandra.

Kemudian memperbanyak tes dan telusur. Setidaknya dalam sehari Indonesia dapat melakukan tes pada sekitar 400 ribu orang, dan telusur dilakukan pada 15 kontak dari kasus yang ada.

“Bagaimana kita mengendalikan pintu masuk negara dalam antisipasi kemungkinan peningkatan kasus dari mereka yg datang dari luar negeri.

Ada tidaknya varian baru yg muncul. Jumlah pemeriksaan Whole Genome Sequencing kita harus ditingkatkan. Serta ketujuh, Kita perlu waspada dengan varian baru yang ada di negara-negara lain,” jelasnya lagi.

Lantaran masih tingginya tambahan kasus positif Corona, pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah Corona, dimulai dari menekan angka penularan.

Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus Corona sebesar 35%.

Sementara memakai masker bisa mengurangi risiko penularan virus Corona hingga 45% kalau memakai masker kain. Sementara kalau menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75%.

red

 

Most Popular

Recent Comments