Saturday, October 16, 2021
Home DIMENSI Viralnya Pilkada DKI 2017, Dari Ira Koesno Sampai OK OCE

Viralnya Pilkada DKI 2017, Dari Ira Koesno Sampai OK OCE

Pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta diadakan setiap 5 tahun sekali. Pada tahun 2012, pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berhasil memenangkan pilkada dan menjadi pemimpin DKI Jakarta periode 2012-2017. Tetapi belum sampai masa jabatan habis, pada tahun 2014 Joko Widodo meninggalkan Jakarta dan menjadi Presiden Republik Indonesia. Maka dari itu wakil gubernur pada saat itu, Ahok, diangkat menjadi gubernur DKI Jakarta sampai selesai masa jabatan.

Masih lekat dalam ingatan kita tentang hiruk pikuknya Pilkada DKI Jakarta 2017. Mulai dari ramainya isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang menyeret nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kontroversi saat debat pilkada, sampai kontroversi karangan bunga yang dikirimkan oleh pendukung Ahok-Djarot.

Berasal dari video yang diunggah oleh Buni Yani di laman Facebook-nya, Ahok dilaporkan dengan dugaan penodaan agama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51. Setelah melewati banyak persidangan, akhirnya pada tanggal 9 Mei 2017, Ahok di vonis oleh Majelis Hakim 2 tahun pidana.

Isu SARA tersebut muncul pada akhir tahun 2016 di masa-masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 mulai berjalan. Bahkan banyak ormas Islam yang turun ke jalan untuk berdemo, tidak terima dengan ucapan Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu pada September tahun lalu.

Seperti ini ucapan Ahok seperti video yang diunggah oleh Buni Yani.

Jadi gak usah pikiran, ah, nanti kalo gak kepilih, pasti, Ahok programnya bubar. Gak, saya sampai oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu, gak bisa pilih saya, ya — dibohongin pake surat Al Maidah surat 51 macam-macam gitu lho. Itu hak bapak ibu. Ya. Jadi kalo bapak ibu, perasaan, gak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, gak papa. Karena ini kan panggilan pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja. ya jadi bapak ibu gak usah merasa gak enak, dalam nuraninya gak bisa pilih Ahok. Gak suka ama Ahok. Tapi programnya, gue kalo terima, gue gak enak dong ama dia, gue utang budi. jangan. Kalo bapak ibu punya perasaan gak enak, nanti mati pelan-pelan lho kena struk.

Selain isu SARA yang mencuat, debat pilkada DKI Jakarta yang disiarkan di televisi juga menuai kontroversi. Dari program-program kerja yang ditawarkan oleh 3 calon pemimpin Jakarta sampai moderator dalam acara tersebut juga menarik perhatian para penonton.

Dwi Noviranti Koesno atau biasa disapa Ira Koesno yang menjadi moderator dalam acara debat pilkada putaran pertama dan kedua menarik perhatian para penonton. Wanita berusia 47 tahun itu menjadi perhatian karena kecantikannya. Bahkan sampai ada voting di sosial media yang dibuat oleh para netizen untuk memilih antara 3 kandidat pemimpin dan Ira Koesno, dan nama Ira Koesno yang dinilai menarik dalam debat pilkada putaran pertama yang diselenggarakan pada 13 Januari 2017.

Program-program yang diungkapkan oleh para kandidat juga menarik perhatian para penonton, khususnya warga Jakarta. Program dari pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni yang menjanjikan tidak akan ada penggusuran dan menyebutkan istilah rumah apung.

Program dari pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno juga menarik perhatian dan sangat ditunggu nantinya, karena pada akhirnya pasangan nomor urut 3 ini dinobatkan sebagai pemimpin Jakarta yang baru. Program One Kecamatan One Center Enterpreuner (OK OCE), DP rumah nol persen, sampai penolakan proyek reklamasi.

Tidak hanya dua hal itu yang menarik perhatian, tetapi juga tingkah para kandidat yang menjadi perhatian. Kalimat-kalimat yang menyindir pihak lawan, gerakan jempol tangan ke bawah oleh Sylvie setelah Ahok selesai berbicara, dan juga Sylvi yang tidak sempat melontarkan pertanyaan kepada Anies Baswedan karena waktu habis. Saat akan membisikkan ke Anies, Ahok datang untuk memisahkan keduanya, alhasil Sylvi gagal untuk melontarkan pertanyaan dan juga pihak Anies bingung menanggapi apa.

Pilkada DKI Jakarta selesai pada tanggal 19 April 2017 pada putaran kedua, dan memenangkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai pemimpin baru DKI Jakarta.

Kehebohan belum selesai, para pendukung Ahok-Djarot mulai memberikan ucapan semangat dengan mengirimkan karangan bunga ke Balai Kota DKI Jakarta. Dari ucapan yang serius memberikan dukungan dan ucapan terima kasih, sampai kalimat-kalimat unik menggelitik yang sempat menjadi viral di sosial media. Karangan bunga yang dikirim oleh para pendukung Ahok-Djarot mencapai angka 7 ribu karangan bunga, sampai-sampai Balai Kota tidak mampu menampungnya.

Bahkan Ahok juga mengatakan Balai Kota bisa menjadi wisata karangan bunga, karena banyaknya warga yang berdatangan untuk berfoto dengan karangan bunga yang unik.

“Pak Ahok, Pak Djarot, kalian nggak ok oce tapi kalian mantan terindah”

“Dari kami yang patah hati ditinggal saat lagi sayang-sayangnya”

“Cupuers yang gagal move on”

“Dibalik move on yang lambat ada mantan yang hebat. Terimakasih Pak Ahok dan Pak Djarot”

“Pak Basuki dan Pak Djarot. Hati gak berdarah tapi sakit. Kami patah hati, we love you”

Dan masih banyak lagi karangan bunga dengan kalimat-kalimat yang bisa membuat tertawa.

Sayangnya, karangan-karangan bunga tersebut pada akhirnya banyak dibakar oleh massa yang berdemo pada hari buruh (May Day). Massa mengaku terganggu dengan adanya karangan-karangan bunga yang ada di pinggir jalan, mereka menilai itu hanya akan mengotori jalanan saja. Sampai akhirnya petugas kebersihan menggotong semua karangan bunga untuk dibersihkan.

 

Sumber : Viralnya Pilkada DKI 2017, Dari Ira Koesno Sampai OK OCE
Viralnya Pilkada DKI 2017, Dari Ira Koesno Sampai OK OCE
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments