Wednesday, October 20, 2021
Home DKI Jakarta WHO Sebut Varian Virus Corona Jenis Delta Lebih Berbahaya, ini Wilayah Indonesia...

WHO Sebut Varian Virus Corona Jenis Delta Lebih Berbahaya, ini Wilayah Indonesia yang Sudah Terdeteksi

Harmonimedia – World Health Organization (WHO) memastikan virus corona B yang disebut juga varian Delta adalah jenis virus yang masuk dalam daftar variant of concern (VOC) atau daftar varian virus corona yang perlu diwaspadai. Disebutkan bahwa varian ini juga telah menyebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan ada 32 kasus infeksi virus corona varian B.1.617.2 di Indonesia.

“Iya, sudah menyebar di Indonesia, ada 32 kasus yang terdeteksi dari genom sekuensing,” ujar Nadia dalam keterangannya, Minggu (6/6).

Menurut laporan, berikut daftar wilayah yang terdeteksi terdapat penyebaran virus corona dengan variant delta.

– DKI Jakarta

– Jawa Tengah

– Kalimantan Tengah

– Sumatera Selatan

Dilansir dari NYMag, (4/6/2021), varian B.1.617.2 atau varian Delta telah menyebar di 62 negara. Beberapa peneliti menduga bahwa varian ini berkontribusi pada gelombang besar kasus virus corona di India.

Varian Delta memiliki beberapa mutasi yang tampaknya memberikan keunggulan dibandingkan strain lainnya. Kemampuan yang penting untuk diperhatikan adalah mereka mampu bermutasi dan dapat membuat strain lebih mudah menular, yang juga akan menjadikannya varian yang paling berbahaya.

Satu studi menunjukkan varian Delta mungkin hingga 50 persen lebih menular daripada varian B.1.1.7 (Inggris/Alpha).

Ahli epidemiologi di Imperial College London sekaligus salah satu penasihat utama pandemi pemerintah Inggris, Neil Ferguson, menyampaikan bahwa varian Delta 60 persen lebih mudah menular daripada Alpha, yang merupakan jenisnya sendiri.

Selain itu, ia menambahkan bahwa varian Delta lebih menular daripada jenis asli virus corona yang muncul di China pada akhir 2019. Intinya adalah jika penelitian pendahuluan akurat, varian Delta akan segera menjadi strain Covid-19 paling dominan di dunia dan menyebabkan wabah cepat di negara-negara tanpa tingkat vaksinasi yang tinggi.

Menurut Public Health England, data awal menunjukkan bahwa Delta lebih cenderung menyebabkan rawat inap daripada Alpha.

Salah satu kekhawatiran yang timbul dari strain Delta adalah kemampuan infeksinya yang disebut lebih mudah menyerang usia anak-anak. PHE melaporkan adanya sedikit peningkatan kasus Covid-19 pada anak-anak yang sejalan dengan peningkatan infeksi strain Delta di tengah masyarakat.

Pejabat kesehatan di Skotlandia juga melaporkan temuan serupa. Setidaknya ada 10 anak dirawat di rumah sakit akibat Covid-19.

Mereka sedang menggelar penyelidikan apakah infeksi ini terkait dengan jenis strain baru tersebut. Pengaruh terhadap vaksin Penelitian terbaru oleh pemerintah Inggris telah menemukan bahwa vaksinasi penuh masih efektif melawan strain Delta.

Penelitian menemukan bahwa dua dosis vaksin Covid-19 memberikan perlindungan 81 persen terhadap varian Delta (dibandingkan dengan 87 persen perlindungan terhadap varian B.1.1.7). Satu dosis hanya memberikan perlindungan 33 persen terhadap infeksi simtomatik (dibandingkan dengan perlindungan 51 persen terhadap B.1.1.7).

Oleh karena itu, penting untuk vaksinasi penuh agar kekebalan tubuh bekerja melawan strain Delta.

Cara terbaik untuk mencegah varian baru berevolusi adalah dengan memberikan lebih sedikit peluang bagi virus corona untuk berevolusi. Bisa dilakukan dengan mencegah dan menahan wabah dengan tindakan pencegahan yang efektif seperti masker wajah dan ventilasi yang baik.

Selain itu, langkah utama untuk mencegah tertular virus varian B.1.617.2 atau varian delta yakni dengan memvaksinasi orang sebelum mereka dapat terpapar infeksi sejak awal.

 Red

Most Popular

Recent Comments