Thursday, September 16, 2021
Home Nasional Wiranto Ungkit Bom Waktu Kasus Hambalang dan Century Sama Ngerinya dengan e-KTP

Wiranto Ungkit Bom Waktu Kasus Hambalang dan Century Sama Ngerinya dengan e-KTP

Kasus korupsi berjamaah proyek pemerintah yang belum tuntas bagaikan bom waktu — yang akan menjadi rentetan ledakan besar beriringan kasus korupsi berjamaah e-KTP.

Persidangan perdana kasus dugaan korupsi e-KTP menjadi perhatian serius Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Apalagi dalam sidang, Kamis (9/3) kemarin, sejumlah nama besar dan elite politik yang disebut.

Menko Polhukam, Wiranto, mengakui kasus e-KTP berpotensi menimbulkan kegaduhan politik. Namun, ia yakin hal itu hanya akan terjadi sesaat. Ia berharap, jikapun ada kegaduhan, tak akan mengganggu kinerja pemerintah.

 

Tambah Wiranto, pemerintah terus mendukung upaya KPK menegakkan hukum. Kasus e-KTP bukan satu-satunya yang menjadi fokus pemberantasan korupsi. Ia lalu menyebut ada kasus lain yang tak kalah besar.

“Kasus e-KTP ini kan seperti bom meledak, semua orang tahu. Tapi, kalau bicara fokus soal seperti ini, masih ada (kasus) Hambalang, masih ada Century. Banyak nanti yang akan jadi bom. Kita tunggu kinerja KPK untuk menangani ini,” kata Wiranto dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (9/3).

Terkait kasus dugaan korupsi e-KTP, Wiranto menegaskan, pemerintah tak akan mengomentarinya lebih jauh. Alasannya, kasus ini sudah masuk ranah pengadilan.

“Kenapa Kemenko Polhukam tidak fokus ke sana, karena itu masuk ranah pengadilan. Saya kan bagian dari pemerintah, ya tunggu saja. Wait and see,” kata Wiranto.

Dalam sidang perdana Kamis kemarin, jaksa KPK membacakan surat dakwaan untuk terdakwa Irman dan Sugiharto. Ada sejumlah nama politikus dan mantan anggota DPR yang disebut menerima aliran dana. Jaksa pada KPK akan menghadirkan 133 saksi pada tahap pembuktian dugaan korupsi kasus e-KTP dalam persidangan berikutnya. Setya Novanto yang saat ini menjabat Ketua DPR, masuk dalam daftar saksi.

Hal tersebut disampaikan jaksa Irene Putri seusai persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (9/3). Irene menyebut Novanto akan dipanggil terkait proses penganggaran proyek e-KTP di DPR.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/54611/wiranto-ungkit-bom-waktu-kasus-hambalang-dan-century-sama-ngerinya-dengan-e-ktp#ixzz4athIEgtG

Most Popular

Recent Comments