Tuesday, July 27, 2021
Home Dunia Yang dipelajari Kim Jong-un saat bertandang ke Singapura

Yang dipelajari Kim Jong-un saat bertandang ke Singapura

Apa yang bisa dibayangkan seandainya Korea Utara menerapkan ekonomi yang lebih terbuka? Jawabannya mungkin ada di Singapura, tempat pertemuan bersejarah Kim dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu.

Selama satu dekade terakhir organisasi nirlaba Choson Exchange yang bermarkas di Singapura memberi pelatihan bagi lebih dari 2.000 orang Korea Utara di bidang kewirausahaan dan bisnis di Pyongyang.

Dilansir dari laman the Wall Street Journal, Saat ini ada lebih dari seratus wirausahawan Korut di Singapura yang menyaksikan sendiri bagaimana kapitalisme dan otoritarianisme bisa berjalan seiring di negara-kota yang sejahtera itu.

“Bagi kami Singapura bisa menjadi rujukan yang baik bagi orang Korea Utara,” ujar Calvin Chua, arsitek berusia 33 tahun yang sudah bolak-balik Pyongyang-Singapura sebanyak tujuh kali bersama Choson Exchange untuk memberikan pelatihan tentang perencanaan tata kota, zona ekonomi khusus, kemitraan pemerintah dan swasta, serta properti.

Kim Jong-un dan Trump jalan-jalan santai 2018 REUTERS/Jonathan Ernst

Sektor ekonomi menjadi sasaran pembangunan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang April lalu mengatakan dia siap fokus membangun ekonomi negaranya saat program nuklirnya rampung.

Dalam pembicaraan dengan utusan Korut, pejabat AS juga membahas soal bantuan ekonomi jika Korut bersedia melucuti semua senjata nuklirnya.

Choson Exchange didirikan oleh Geoffrey See, pengusaha Singapura yang mendapat ide membuka sekolah pelatihan bisnis bagi orang Korut dalam perjalannya ke Pyongyang pada 2007.

Singapura sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Korut sejak 1975 dan peran Singapura yang bersikap netral dalam dunia internasional menjadi salah satu alasan mengapa tempat itu dipilih sebagai lokasi pertemuan Trump dan Kim pekan lalu.

“Mereka (orang Korut) menjadikan Singapura sebagai contoh praktis,” kata Chua. “Mereka melihat Singapura sebagai model tentang segala hal yang berjalan sebagaimana mestinya, tapi mereka juga merasa tidak bisa mencontoh Singapura secara keseluruhan.”

Seperti Korut, Singapura didominasi oleh satu partai politik dan dipimpin oleh sosok keturunan pemimpin sebelumnya.

Kedisiplinan dan serba teknokratisnya Singapura bisa menjadi hal yang menarik bagi pemimpin Korut.

Menurut kantor berita pemerintah Korut, Kim sempat terpesona dengan apa yang dia lihat di Singapura dan dia mengambil pelajaran penting tentang pembangunan ekonomi dari Singapura.

Sebelum bertemu Presiden Trump, Kim sempat berkunjung ke kawasan wisata Marina Bay Sands yang dilengkapi pusat kasino senilai USD 5,5 miliar dan di sana dia mendapat informasi tentang pembangunan tata kota Singapura di masa depan.

“Singapura sangat bersih, indah, dan setiap bangunan punya gaya,” kata Kim, seperti dikutip media pemerintah Korut. [pan]

 

 

 

Sumber : merdeka.com

Most Popular

Recent Comments