Yuk, Kunjungi Deretan Ruang Baca di DKI Jakarta

0
70

Jakarta РPemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) terus berupaya meningkatkan minat baca warga Ibu Kota. Berbagai program pun mereka jalankan. Bukan hanya menyediakan ruang publik yang diisi dengan berbagai buku, mereka juga aktif mengambil bagian dalam berbagai pameran buku.

Salah satunya ialah peran Dispusip Pemprov DKI Jakarta di mengikuti gelaran Islamic Book Fair (IBF) Tahun 2019. Gelaran yang berlangsung 27 Februari-3 Maret 2019 lalu itu dimanfaatkan Dispusip untuk lebih mempromosikan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin dengan berbagai koleksinya.

Dalam event itu, mereka juga menampilkan koleksi perpustakaan umum dan mempromosikan layanan perpustakaan yang ada di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta. Dengan keikutsertaan Dispusip DKI Jakarta dalam IBF 2019, masyarakat dapat lebih memanfaatkan layanan perpustakaan umum daerah yang ada di Jakarta.

Selain kampanye itu, Dispusip DKI Jakarta juga memperluas ruang baca untuk warga Jakarta. Contohnya, menambah 15 armada perpustakaan keliling di tahun 2019. Total sudah ada 42 perpustakaan keliling untuk menghilangkan dahaga warga Jakarta akan bacaan. Khususnya anak-anak untuk menyalurkan hobi membaca.

Berbagai macam jenis buku dihadirkan mulai dari pengetahuan umum, sejarah, agama hingga dongeng. Tujuannya, ialah meningkatkan minat baca warga Jakarta.

“Kita ingin dengan adanya penambahan ini kunjungan ke wilayah-wilayah permukiman warga bisa semakin intensif. Kami ingin terus menumbuhkan minat baca masyarakat, khususnya sejak usia dini,” kata Kepala Dispusip DKI Jakarta, Wahyu Haryadi.

Selain menambah armada perpustakaan keliling, Dispusip DKI Jakarta juga terus menghadirkan buku-buku baru. Sedikitnya, 21 ribu eksemplar buku baru mereka hadirkan di tahun 2019. Rinciannya, 4.000 judul baru terbitan tiga tahun terakhir dan belum ada di perpustakaan. Koleksi buku baru tersebut terdiri dari muatan sosial, keterampilan, fiksi, bahasa, dan agama.

Buku-buku tersebut nantinya didistribusikan ke Perpustakaan Umum Cikini, Perpustakaan Umum Kuningan, dan unit-unit Perpustakaan Masyarakat Jakarta (Permata).

Sementara itu, ruang pojok membaca juga diperluas dan diperbanyak untuk jenis bukunya. Saat ini yang bisa ditemui ialah di Lantai Dasar Blok G, Balaikota DKI Jakarta. Pojok baca itu bisa digunakan oleh siapa saja, baik Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan, dan para tamu.

“Kami berharap ASN di Pemprov DKI bisa memberi contoh kepada masyarakat, punya rasa ingin membaca, memiliki bahan bacaan, serta dapat saling berinteraksi dan berbagi informasi melalui Pojok Baca. Budaya itu kami harapkan bisa menyebar ke mana-mana,” tutur Wahyu.

Wahyu menambahkan, Pojok Baca Balaikota DKI Jakarta juga terbuka menerima sumbangan buku dari berbagai pihak yang ingin ikut berkontribusi meningkatkan minat baca. “Kami sediakan satu boks di situ untuk mengakomodir buku-buku sumbangan pegawai dan masyarakat,” ujar dia.

Pojok baca tersebut menyediakan 1.000 koleksi buku bacaan yang didistribusikan dari Perpustakaan Umum Daerah Cikini. Jenis buku bacaan sangat bervariatif, mulai dari ilmu pengetahuan, traveling, motivasi diri, novel dan biografi.

Dengan banyaknya ruang dan fasilitas baca yang disediakan Pemprov DKI Jakarta, oleh karenanya, Gubernur Anies Baswedan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk gemar membaca.

“Ini semua ikhtiar untuk membuat Jakarta menjadi kota yang memungkinkan generasi masa depan tumbuh jadi pembelajar,” tutur Anies.

Informasi mengenai fasilitas membaca di DKI Jakarta bisa ditemui melalui laman dispusip.jakarta.go.id.

Sumber : Merdeka.com